Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mahabarata

Yudistira dan Chaos

Yudistira, dengan paras yang menampakkan diri polos, adalah subuah arketip raja yang sederhana. Kepalanya merunduk dengan rona yang mawas, raut mukanya merepresentasikan keningratan yang halus. Sosok Yudistira—yang di Jawa lebih populer dengan sebutan Puntadewa—tampil sebagai sebuah tokoh ideal Pandita Ratu yang dengan ugaharinya telah menyingkirkan nafsu duniawi. Tak banyak dalam sebuah negeri yang dipimpin oleh orang yang mengabdi kepada orang lain ( liyan ), mengabdi kepada rakyat—sebagaimana nama lainnya: Samiaji (menghormati/mencintai orang lain seperti dirinya sendiri). Yudistira, agaknya, menjadi sebuah sosok kesejatian seorang pemimpin. Hidupnya sederhana. Tampilannya tanpa perhiasan, tak selayaknya seorang raja yang gelimang kemewahan. Anak sulung Pandu ini tak pernah murka, tak pernah bertarung, tak pernah menolak permintaan siapun—betapapun rendahnya sang peminta. Baginya derap waktu yang mengalir adalah sebuah ejawantah untuk untuk meditasi dan sarana menghimpun ...

Semar

Dalam sebuah kisah pewayangan Jawa, terdapat sosok grotesk yang penuh dengan misteri. Dialah Semar. Kita tahu, dia adalah sosok yang barangkali paling di cintai oleh orang tua maupun muda Jawa, tetapi pada aras yang sama ia adalah sosok paling misterious. Parasnya ganjil, kepalanya berkuncung, dengan badan pendek serupa blewah, perutnya buncit menggelambir, teteknya yang merosot layaknya tetek sapi—seperti paras badut yang konyol. Semar bukanlah sosok lazimnya seorang badut. Tampilan luarnya memang seperti badut, akan tetapi—pada saat yang sama—ia adalah sumber dari segala hikmah (kebijaksanan). Agaknya hal inilah yang membuatnya dikagumi oleh berbagai kalangan masyarakat Jawa. Barangkali, Semar meskipun seorang hamba sahaya jenaka, adalah semacam representasi ‘kelas bawah’ atau dengan kata lain, ia adalah sosok yang melambangkan rakyat atau ‘wong cilik’. Dengan itu, nilai-nilai dan tata aturan yang ada pada golongan satria tidak berlaku padanya. Sosok Semar agaknya adalah s...