"Bila tanda dapat digunakan untuk menampilkan kebenaran ( truth ), maka tanda juga dapat digunakan untuk menipu ( lie )..." —Arthur Asa Berger Setiap waktu kita selalu digedor dan d i bombardir oleh beragam informasi dan tanda-tanda. Tinggal buka gadget , semua informasi langsung terpampang. Namun ironisnya, semua informasi dan fenomena yang terpampang dihadapan mata kita itu malah bukan membuat kita “pintar”, tapi sebaliknya m alah membuat kita “bodoh” (atau dibodohi?) . Kebanjiran informasi yang mengepung dimensi hidup kita itu membuat jurang yang kontradiktif, antara citraan dan kebenaran, antara realitas dan hiperealitas — semakin kabur , bahkan tumpang-tindih melebur tanpa ihwal yang pasti. Ada ribuan imaji yang sengaja dikonstruksikan untuk para pemirsa, imaji-imaji itu membikin kita takluk, membikin manusia memersepsi realias melalui dunia symbol yang seringkali semu, palsu, artifi s ial. Dunia manusia memang bukan dunia natural, tapi dunia k ultural...